{"id":911,"date":"2021-07-17T14:13:48","date_gmt":"2021-07-17T14:13:48","guid":{"rendered":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/?p=911"},"modified":"2021-07-17T14:13:48","modified_gmt":"2021-07-17T14:13:48","slug":"aksi-nyata-modul-1-4-budaya-positif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/2021\/07\/17\/aksi-nyata-modul-1-4-budaya-positif\/","title":{"rendered":"Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">GUNANTO, S.Pd.<br \/>\nSMPN 1 PUNGGUR<\/p>\n<h1><strong>A. Latar Belakang<\/strong><\/h1>\n<p style=\"text-align: left;\">KHD membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan\u00a0 Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan.\u00a0 Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk\u00a0 kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi\u00a0 tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai\u00a0 keselamatan dan kebahagiaan yang setinggitingginya baik sebagai seorang manusia\u00a0 maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009), \u201cpendidikan dan\u00a0 pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup\u00a0 manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang<br \/>\nseluas-luasnya\u201d Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD\u00a0 memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka\u00a0 pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi\u00a0 ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau\u00a0 diwariskan. Maksud pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik<br \/>\nsebagai manusia, maupun anggota masyarakat. Pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada\u00a0 anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya\u00a0 kekuatan kodrat anak. Guru seperti seorang petani (dalam hakikatnya sama kewajibannya dengan seorang\u00a0 pendidik) yang menanam jagung misalnya, hanya dapat menuntun tumbuhnya jagung, ia\u00a0 dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman jagung, memberi pupuk dan air,\u00a0 membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi dan lain\u00a0 sebagainya. Budi pekerti, watak, karakter adalah bersatunya (perpaduan harmonis) antara gerak\u00a0 pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga\/semangat. Bermain adalah kodrat anak, Pikiran-Perasaan-Kemauan-Tenaga (Cipta-Karsa-Karya-Pekerti)\u00a0 sudah ada pada diri anak, dan permainan anak dapat menjadi bagian pembelajaran di\u00a0 sekolah. Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, bukan untuk meminta\u00a0 sesuatu hak, melainkan untuk berhamba pada sang anak. Pokoknya pendidikan harus\u00a0 terletak di dalam pangkuan ibu bapak karena hanya dua orang inilah yang dapat \u201cberhamba pada sang anak\u201d dengan semurni-murninya dan seikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya\u00a0 kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas. Berdasarkan pemikiran di atas, maka saya ingin mengimplementasikan Budaya Positif di\u00a0 sekolah tempat saya bertugas yaitu di SMP N 1 Punggur. Hal ini sekaligus menguatkan\u00a0 SMPN 1 Punggur sebagai sekolah ramah anak sejak tahun 2020.<\/p>\n<h1><strong>B. Deskripsi Aksi Nyata<\/strong><\/h1>\n<p>Aksi nyata ini akan saya terapkan pada seluruh kelas yang saya ajar yaitu kelas VII-1, VII-2, VIII-6, VIII-7, dan VIII-8. Adapun kegiatan aksi nyata akan saya fokuskan pada disiplin positif dan kesepakatan kelas dalam proses pembelajaran di kelas (baik saat luring atau pun\u00a0 daring). Disiplin positif ini disusun bersama antara guru dengan Murid, dan lebih banyak\u00a0 Murid sendiri yang menentukan, tentu dengan arahan guru. Murid diarahkan untuk\u00a0 memunculkan usulan, ide, dan gagasannya tentang bagaimana mewujudkan kelas yang\u00a0 nyaman, sekaligus disiplin, dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Kegiatan\u00a0 yang saya lakukan adalah dengan bertanya, bagaimana bentuk dan isi kegiatan dalam\u00a0 kelas yang murid inginkan.<\/p>\n<h1><strong>C. Hasil Aksi Nyata<\/strong><\/h1>\n<ul>\n<li>Murid berdisiplin dalam mengikuti pembelajaran, tetapi tetap nyaman dan merasa\u00a0 aman.<\/li>\n<li>Murid menunjukkan sikap religius dengan selalu rajin berdoa setiap akan memulai kegiatan.<\/li>\n<li>Murid menunjukkan sikap saling menghargai dan sopan.<\/li>\n<li>Murid menunjukkan sikap tidak membeda-bedakan (suku, agama, RAS, ciri fisik, gender, dll) serta saling membantu dalam kebaikan.<\/li>\n<li>Murid bersegera mengumpulkan tugas sesuai waktu yang ditentukan.<\/li>\n<li>Poster Kesepakatan Kelas tentang Budaya Positif diupload di WA grup dan Ruang\u00a0 kelas saat sudah luring (tatap muka).<\/li>\n<li>Poster menjadi sarana membentuk Budaya Disiplin yang disepakai seluruh murid\u00a0 dalam kelas.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><strong>D. Pembelajaran Yang Didapat Dari Pelaksanaan<\/strong><\/h1>\n<p>Ukuran keberhasilan dalam Aksi Nyata ini adalah jika sekurangnya 80% murid telah\u00a0 menunjukkan budaya positif sesuai kesepakatan kelas yang telah disusun bersama. Setiap pelanggaran yang terjadi akan dibuat catatan untuk refleksi dalam implementasi dan\u00a0 penguatan budaya positifnya. Kendala yang masih terjadi adalah, murid mudah terpengaruh sesama teman dan\u00a0 lingkungan keluarga, sehingga budaya disiplin positif yang dibentuk seringkali harus dimulai dari awal lagi, dan sering mengingatkan murid. E. Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang Setiap 3 bulan, butir-butir kesepakatan kelas sebagai acuan pembentukan budaya positif\u00a0 akan dievaluasi dan diperbaiki. Jika item budaya positif sudah membudaya, maka diganti\u00a0 dengan item lainnya, sehingga akan semakin banyak item-item budaya positif yang dapat\u00a0 ditumbuhkan pada murid. Koordinasi atau kolaborasi dengan orang tua dan guru BK\u00a0 tampaknya juga penting dilakukan, agar penanaman budaya positif lebih cepat terbentuk,\u00a0 serta terawat.<\/p>\n<h1>E.Dokumentasi Proses dan Hasil Pelaksanaan<\/h1>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-904\" src=\"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/o1-300x253.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"253\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-905\" src=\"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/o2-300x238.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"238\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-906\" src=\"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/o3-300x238.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"238\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-907\" src=\"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/o4-300x232.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"232\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GUNANTO, S.Pd. SMPN 1 PUNGGUR A. Latar Belakang KHD membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan\u00a0 Pendidikan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":908,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[54,11],"tags":[],"class_list":["post-911","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bimtek-guru","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/911","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=911"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/911\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn1punggur.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}